Kalimat Tanya adalah kalimat yang isinya menanyakan tentang sesuatu atau seseorang. Kalimat Tanya digunakan untuk mengetahui jawaban terhadap suatu masalah atau keadaan.
Ada beberapa cara untuk mengetahui kalimat Tanya yaitu:
- Dengan memakai kata Tanya
- Dengan menambahkan kata apa(kah)
- Dengan memakai kata bukan atau tidak
- Dengan membalikkan urutan kata
- Dengan mengubah intonasi kalimat
Semua kalimat berita dapat diubah menjadi kalimat Tanya dengan menambahkan kata “apa” pada kelimat tersebut.
Adapun macam kata Tanya dan gunanya ialah:
Kata Tanya | Untuk menyakan |
Apa Siapa Kapan, Bilamana Dimana Mengapa Bagaimana | Hal, Orang, atau Barang Orang atau nama Orang Waktu Tempat Sebab Keadaan, cara, proses |
Perhatikan contoh di bawah ini !!!!!!!!!
1. Apa (kah) dia adikmu?
2. Siapa namamu?
3. Kapan anda pergi ke solo?
4. Dimana rumahmu?
5. Mengapa pertengkaran dapat terjadi?
6. Begaimana keadaanmu sekarang?
Dari contoh diatas dapat disimpulkan bahwa kalimat Tanya dapat di bentuk formula 5 W + 1 H, (What, Who, When, Where, Why, + How).
Macam kalimat Tanya
Berdasarkan tujuan, kalimat Tanya dapat di bedakan menjadi 4 macam yaitu:
1. Kalimat Tanya menggali informasi
2. Kalimat Tanya untuk konfirmasi/klarifikasi
3. Kalimat Tanya retorik
4. Kalimat Tanya tersamar
KETERANGAN:
Kalimat Tanya untuk menggali informasi
Kalimat Tanya untuk menggali informasi
Kalimat Tanya untuk menggalii informasi bertujuan untuk memperoleh informasi dari mitra bicara.
Contoh : a . ada anak tertabrak
Bagaimana kejadian anak tertabrak itu?
b. Ibunya pergi ke Yogyakarta
Mengapa ibunya ke Yogyakarta?
- . Kalmiat Tanya klarifikasi dan konfirmasi
Contoh: a. Apakah engkau ingin pulang hari ini? (ya/tidak)
b. Apakah anda mengambil buku itu? (ya/Tidak)
kalimat Tanya Retorik
kalimat Tanya Retorik
Kalimat Tanya retorik adalah kalimat Tanya yang tidak menghendaki jawaban karena penanya jawaban sudah tahu.
Contoh: a. Apakah anda mau tidak naik kelas?
b. Apakah Saudara mau di jajah kembali?
- Kalimat Tanya tersamar
Kalimat Tanya adalah kalimat Tanya yang tujuannya tidak untuk bertanya melainkan mempunyai tujuan lain yaitu:
1. U ntuk menyaggah
Contoh: bagaimana pendapat Anton, apakah pendapat anda dapat dibuktikan kebenarannya
2. Bertujuan untuk menyetujui
Contoh: baiklah, kapan Anda mulai dapat mengangsur hutang koperasi?
3. Bertujuam untuk meyakinkan mitra bicara
Contoh: perlukah saya mencium kakimu kalau engkau tidak percaya?
4. Bertujuan untuk menyindir
Contoh: wah, pagi benar kau berangkat, sudah jam 10:00 (maksudnya sudah siang)
5. Bertujuan untuk Merayu
Contoh: wah. Ibu cantik, kapan kita ke Surabaya beli sepatu!
6. Bertujuan untuk Mengajak
Conyoh: bagaimana kalau kamu ikut usaha saya dik?
7. Bertujuan untuk menyuruh
Contoh: bersediakah anda membantuku?
8. Bertujuan Meminta
Contoh: bolehkah sepeda motormu saya pakai mas?
9. Bertujuan untuk memohon
Contoh: Kami mohon ibu berkenan membuka acara pentas seni!




0 komentar:
Posting Komentar